GROBOG JATENG, Magelang - Momen perayaan Idulfitri, harga sayuran di Kabupaten Magelang cenderung mengalami penurunan. Ini disebabkan oleh rendahnya minat beli dari masyarakat sementara pasokan sayuran berlebihan.
Setelah libur lebaran, aktifitas transaksi di pasar sayur Muntilan misalnya, kembali menggeliat Rabu (2/4/2025). Kendaraan pengangkut sayuran segar terlihat hilir mudik di pasar tersebut.
"Sudah dua hari libur jadi kondisi kurang (masih belum) lancar pembelinya," kata salah satu pedagang sayuran, Mursini. Dilansir dari website resmi magelangkab.go.id.
Mursini mengungkapkan, hari pertama pasar sayur Muntilan buka, pasokan berbagai sayuran dari petani lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Andong relatif melimpah dan lengkap.
Namun, melimpahnya pasokan tersebut membuat harga jual semua sayuran segar cenderung turun Rp2.000 hingga Ro3.000/kg.
Mursini mencontohkan, sebelum hari raya idulfitri harga cabai rawit tembus Rp95.000/kg namun kini turun Rp60.000-Rp65.000 per kilogramnya. Yang paling rendah harga jual saat ini adalah tomat Rp2.000-4.000, pada saat lebaran mencapai Rp6.000-Rp7.000/kg.
Mursini mengatakan, kondisi itu diduga karena mayoritas petani melakukan panen bersama setelah libur lebaran.
"Stok dari petani banyak, kan masalahnya libur dua hari. Jadi yang biasanya petik jadi nggak petik gitu," jelas Mursini.
Mursini mengakui kondisi transaksi belum sepenuhnya pulih. Pasokan sayuran yang melimpah itu tidak sebanding dengan daya beli khususnya pembeli dari luar kota seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, Klaten dan lainnya.
Senada dengan Mursini, pedagang sayur lain, Saryati mengungkapkan kondisi memang belum sepenuhnya normal dan biasanya akan kembali ramai setelah satu pekan hari raya Idulfitri.
"Paling seminggu lagi pulih. Pengepul untuk setor ke luar kota sekarang masih libur satu minggu akan mulai kirim," kata Saryati.
Saryati mengatakan, dirinya merupakan pengepul sayuran yang dibeli langsung dari petani di rumahnya Dusun Gowokringin Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.
Berbagai sayuran segar yang terkumpul itu kemudian diangkut ke pasar Muntilan untuk dijual secara partai besar yaitu 30-50 kg per keranjang maupun kantong plastik.
Menurutnya, harga di pasar sayur Muntilan ini pada hari biasa keramaian berlangsung mulai siang hingga malam yang menjadi standar harga pedagang pasar lainnya.
"Kita beli dari petani, di sini dibeli pedagang luar kota. Harga tentu berbeda, di sini dengan pasar lain," tuturnya. (Hms/Ida).